Korelasi antara US Index dengan Asian Index sebagai acuan dalam bertrading

Februari 25, 2009 at 8:35 pm Tinggalkan komentar

Investor bisa menggunakan banyak hal sebagai acuan ketika berinvestasi di saham. Tapi, ada satu acuan utama yang wajib dilihat, yaitu indeks saham. Seperti kita tahu, indeks saham mencerminkan pergerakan harga saham-saham yang ada di dalamnya. Nah, di luar negeri, ada beberapa indeks saham yang bisa punya pengaruh besar terhadap pergerakan indeks di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mereka adalah indeks-indeks saham di Amerika Serikat (AS).

Mengapa kita perlu memperhatikan indeks saham di AS? Jawabannya sederhana: saat ini ekonomi Amerika masih menjadi ekonomi terbesar di dunia. Alhasil, pergerakan indeks saham Negara Uwak Sam itu juga bisa mempengaruhi pergerakan indeks saham di negara lain. Bila indeks di AS naik, hal itu akan menjadi sentimen positif yang turut mendongkrak indeks di negara lain, termasuk di Indonesia. Demikian juga terjadi sebaliknya.

Kendati demikian, tidak semua indeks saham AS itu memiliki pengaruh kuat di pasar. Dari 57 indeks yang bisa dijadikan acuan, hanya tiga yang terhitung cukup besar dan banyak diperhatikan. Mereka adalah indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), indeks National Association of Securities Dealers Automated Quotations (Nasdaq), dan indeks Standard&Poor’s (S&P) 500.

DJIA adalah indeks saham AS yang tertua. Pada tahun 1896, Charles Dow membuat indeks ini untuk untuk mengukur kinerja industri di AS.

Menurut pengamatan beberapa analis, indeks AS yang satu ini memiliki pengaruh terbesar bagi pergerakan indeks di belahan dunia lain. Bahkan, seorang analis di Jakarta pernah menghitung bahwa pengaruh DJIA terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bisa mencapai 65%. Artinya, hampir pasti IHSG akan naik bila indeks yang sering disebut sebagai “Dow” itu naik. Demikian juga sebaliknya.

Hal itu wajar. Sebab, DJIA berisi saham 30 perusahaan yang paling top di Amerika. Misalnya saja, American Express, Citigroup, General Electric, Disney, Microsoft, dan Coca Cola. Pasar menilai perekonomian AS tecermin di dalam kinerja perusahaan-perusahaan itu.

Setelah DJIA, indeks saham kedua yang cukup diperhitungkan adalah S&P 500. Indeks saham ini berisi 500 perusahaan bermodal besar yang mayoritas berasal dari AS. Seluruh saham yang terdaftar dalam indeks ini adalah perusahaan publik besar dan diperdagangkan di bursa saham utama AS, seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq.

Sementara, indeks Nasdaq juga sering menjadi acuan. Nasdaq adalah indeks saham terbesar di AS yang berisi sekitar 3.200 saham di Amerika. Cuma, tak semua anggotanya adalah perusahaan besar.

Entry filed under: 1. Tags: .

Dasar – Dasar Perdagangan Foreign Exchange Pengaruh Index Nikkei 225 terhadap pergerakan IHSG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Hit Stats

Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: